Posts Tagged ‘Fungsi Evaluasi Kurikulum’

Fungsi Evaluasi Kurikulum

  1. Fungsi evaluasi Kurikulum
     Menurut Tyler :
    Untuk memperbaiki kurikulum (melalui hasil belajar  evaluasi produk)

Selain tyler provus pun dalam tulisan berbentuk artikel dan yang kemudian dikembangkan menjadi buku ( 1971 ) telah pula menyebutkan fungsi evaluasi kurikulum. Tapi baik tyler maupun provus tidak membicarakannya dalam suatu konsepsi fungsi evaluasi yang bulat.
 Menurut Cronbach :
Untuk memperbaiki kurikulum dan memberi penghargaan. Dalam tulisannya tahun 1963 dengan judul yang sugestif
course improvement trought evaluation, ia menyebutkan ada dua fungsi evaluasi kurikulum yang berbeda yaitu memberikan bantuan untuk memperbaiki kurikulum dan untuk memberikan penghargaan. Tetapi sebagaimana tertera dalam judul tulisan tersebut, bagi cronbach pada waktu itu yang lebih penting ialah fungsi evaluasi dalam menentukan aspek-aspek kurikulum yang harus diperbaiki. Dalam kata-katanya sendiri, cronbach (1963:236) menulis evaluation used to improved the course while it is still fluid contributes more to improve of education than evaluasion used to appraise a product already on the market. Dengan agak sinis cronbach menyebutkan fungsi evaluasi untuk memberikan penghargaan kepada program yang sudah ada di lapangan sebagai fungsi “ pelayanan rumah tangga” (menial role).
 Menurut Scriven :
Untuk mengurangi kekurangan-kekurangan yang ada. Pada dasarnya scriven membedakan dua macam fungsi evaluasi. Fungsi pertama dinamakan sebagai fungsi formatif. Fungsi kedua adalah fungsi sumatif. Menurutnya evaluasi kurikulum harus mempergunakan kedua fungsi ini secara baik karena keduanya membantu kurikulum dalam menegakkan nilai dan arti yang dipunyai. Juga dengan kedua fungsi itu baik pengembang kurikulum maupun masyarakat mendapatkan apa yang seharusnya diberikan oleh suatu kegiatan evaluasi. Jadi dapat dikatakan bahwa dengan kedua fungsi tersebut evaluasi membuktikan akuntabilitas dirinya baik terhadap para pengembangan kurikulum, peminta jasa evaluasi lainnya, maupun terhadap masyarakat luas yang telah memberikan kepercayaan kepada evaluasi sebagai suatu institusi kemasyarakatan.
 Scriven membedakan evaluasi kurikulum dalam 2 fungsi yakni Fungsi Formatif dan Fungsi Sumatif memperbaiki bagian tertentu dari kurikulum yang sedang dikembangkan.

Evaluasi formatif

Evaluasi mengenai kurikulum dan pengajaran itu sendiri.Evaluasi formatif, sesuai dengan namanya, merupakan bagian integral dari proses perencanaan kurikulum dan pengajaran, walaupun keputusan perbaikan program itu baru dapat dilaksanakan setelah program itu dilaksanakan berdasarkan umpan balik yang diterima melalui evaluasi sumatif.
o Fungsi Sumatif : dilaksanakan apabila kurikulum telah dianggap selesai pengembangannya (evaluasi terhadap hasil kurikulum). Evaluasi sumatif menilai efektifitas kurikulum dan pengajaran yang diimplementasikan sesuai dengan rencana.Fokus utama evaluasi sumatif ialah apa hasilnya terhadap belajar anak didik; evaluasi sumatif berkaitan dengan manfaat rencana kurikulum dan pengajaran itu sendiri(Saylor dan Alexander,1974, hal. 229).

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.