Beckham cemaskan Messi

January 5, 2010 by bola

Lionel Messi

Nasib David Beckham di timnas Inggris pada Piala Dunia nanti masih sangat abu-abu. Akan tetapi dia juga memiliki keresahan lain terkait dengan turnamen internasional terakbar tersebut: Lionel Messi menjadi alasan.

Beckham merupakan salah satu pemain yang cukup ngebet untuk dapat tampil di Afrika Selatan tahun depan bersama timnas Inggris. Dia meninggalkan LA Galaxy dengan status pinjaman ke AC Milan guna mewujudkan ambisinya itu.

Meski begitu bukan tempat di skuad Fabio Capello saja yang menjadi keresahan Beckham terkait dengan Piala Dunia. Mantan pemain Manchester United dan Real Madrid ini sudah dapat melihat lawan mana yang menjadi kandidat kuat dan dapat menyulitkan Inggris.

Adalah Argentina yang dipandang Beckham sebagai potensi untuk mengganjal langkah Inggris meraih titel World Cup keduanya. Menurut pemain yang dikenal dengan umpan akuratnya ini, sosok pemain terbaik dunia 2009, Lionel Messi menjadi momok bagi setiap tim, tak terkecuali ‘Tiga Singa’ dengan kemampuannya yang di atas rata-rata dan disebut-sebut sebagai titisan Diego Maradona yang kini menjadi pelatih ‘Tango’.

“Messi merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah saya lawan dan juga salah satu yang terhebat yang pernah saya lihat. Untuk ukuran pemain mungil, dia cukup bertalenta dan dia merupakan pemain yang paling mirip dengan (Diego) Maradona,” ujar Beckham di situs resmi FIFA.

Bisa jadi kekhawatiran Beckam itu muncul terkait dengan rekam jejak Maradona yang pernah menjungkalkan Inggris lewat satu gol memukau dan satu gol kontroversialnya pada perempat final Piala Dunia 1986 yang membuat Inggris gagal lolos dengan cara yang tragis.

Inggris yang berada di Grup C dan Argentina di Grup B pun bisa bertemu di perempatfinal pada musim panas nanti. Ini menjadi situasi yang patut diwaspadai kubu Capello agat tidak terjadi ulangan sejarah kelam.

Federer Kalahkan Murray Dan Pastikan Peringkat Satu Dunia

London (ANTARA News/Reuters) – Roger Federer bangkit dari awal yang buruk untuk mengalahkan Andy Murray 3-6 6-3 6-1 dalam ATP World Tour Finals, Selasa, dan memastikan akan mengakhiri tahun sebagai pemain peringkat teratas dunia untuk kelima kalinya.

Kemenangan dia dalam pertandingan “round-robin” kedua dalam turnamen akhir musim di O2 Arena London itu berarti Rafael Nadal tidak bisa lagi menahan petenis Swiss itu bergabung dengan Pete Sampras dan Jimmy Connors sebagai pemain yang mengakhiri tahun sebagai nomor satu lima kali atau lebih sejak peringkat diperkenalkan pada 1973.

Tidak seperti Federer biasanya, terutama pada beberapa kesalahan set pertama, tetapi 15 kali juara grand slam tersebut mendominasi setelah itu, memberondong Murray yang tampak lelah dari berbagai arah setelah mematahkan servis di tengah set kedua.

Dari tertinggal 0-1 pada set ketiga Federer meningkatkan kekuatan pada pukulan forehand-nya dan bermain-main dalam enam “game” berikutnya, menunjukkan kepada sekitar 17.500 penonton beberapa kelebatan cemerlang yang membuatnya menjadi salah satu daya tarik terbesar dalam dunia olahraga.

Federer, yang kalah dari Murray dalam enam dari sembilan pertemuan sebelumnya, akan menghadapi Juan Martin del Potro, orang yang mengalahkan dia di final AS Terbuka September lalu, pada Kamis, dengan tempatnya di semi-final masih belum aman.

Kemenangan Del Potro 6-4 3-6 7-6 atas petenis Spanyol Fernando

Verdasco pada hari yang sama berarti semua keempat pemain dalam Grup A masih bisa mencapai semi-final.

“Saya merasa tegang karena jika saya kalah, saya pulang,” kata petenis berusia 21 tahun Del Potro, yang berharap penyerang Argentina Carlos Tevez menyaksikan pertandingannya melawan peringkat satu dunia Federer, kepada wartawan.

“Itu penting, kemenangan hari ini, memberi percaya diri. saya berharap memainkan tenis terbaik saya melawan Roger.”(*)

http://www.antaranews.com/berita/1259107144/federer-kalahkan-murray-dan-pastikan-peringkat-satu-dunia

Diabetes (part 2)

Diabetes mellitus tipe 2 Diabetes mellitus tipe 2 — dulu disebut non-insulin-dependent diabetes mellitus (NIDDM, “diabetes yang tidak bergantung pada insulin”) — terjadi karena kombinasi dari “kecacatan dalam produksi insulin” dan “resistensi terhadap insulin” atau “berkurangnya sensitifitas terhadap insulin”(adanya defek respon jaringan terhadap insulin)yang melibatkan reseptor insulin di membran sel. Pada tahap awal abnormalitas yang paling utama adalah berkurangnya sensitifitas terhadap insulin, yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah. Pada tahap ini, hiperglikemia dapat diatas dengan berbagai cara dan Obat Anti Diabetes yang dapat meningkatkan sensitifitas terhadap insulin atau mengurangi produksi glukosa dari hepar, namun semakin parah penyakit, sekresi insulinpun semakin berkurang, dan terapi dengan insulin kadang dibutuhkan. Ada beberapa teori yang menyebutkan penyebab pasti dan mekanisme terjadinya resistensi ini, namun obesitas sentral (fat concentrated around the waist in relation to abdominal organs, not it seems, subcutaneous fat) diketahui sebagai faktor predisposisi terjadinya resistensi terhadap insulin, mungkin dalam kaitan dengan pengeluaran dari adipokines ( nya suatu kelompok hormon) itu merusak toleransi glukosa. abdominal gemuk Adalah terutama aktip hormonally. Kegendutan ditemukan di kira-kira 90% dari pasien dunia dikembangkan mendiagnose dengan jenis 2 kencing manis. Lain faktor boleh meliputi mengeram dan sejarah keluarga, walaupun di dekade yang ter]akhir [itu] telah terus meningkat mulai untuk mempengaruhi anak remaja dan anak-anak. Diabetes tipe 2 boleh pergi tak ketahuan bertahun-tahun dalam suatu pasien [sebelum/di depan] hasil diagnosa [sebagai/ketika] gejala yang kelihatan adalah secara khas lembut atau yang tidak ada,, tanpa ketoacidotic, dan dapat sporadis.. Bagaimanapun, kesulitan yang menjengkelkan dapat diakibatkan oleh jenis tak ketahuan 2 kencing manis, termasuk kegagalan yang berkenaan dengan ginjal, penyakit yang vaskuler ( termasuk penyakit nadi/jalan utama serangan jantung), visi merusakkan, dan lain lain Diabetes Tipe 2 biasanya, awalnya, diobati dengan cara perubahan aktivitas fisik (biasanya peningkatan), diet (umumnya pengurangan asupan karbohidrat), dan lewat pengurangan berat badan. Ini dapat memugar kembali kepekaan hormon insulin, bahkan ketika kerugian berat/beban adalah rendah hati,, sebagai contoh, di sekitar 5 kg ( 10 sampai 15 lb), paling terutama ketika itu ada di deposito abdominal yang gemuk. Langkah yang berikutnya, jika perlu,, perawatan dengan lisan [[ antidiabetic drugs. [Sebagai/Ketika/Sebab] produksi hormon insulin adalah pengobatan pada awalnya tak terhalang, lisan ( sering yang digunakan di kombinasi) kaleng tetap digunakan untuk meningkatkan produksi hormon insulin ( e.g., sulfonylureas) dan mengatur pelepasan/release yang tidak sesuai tentang glukosa oleh hati ( dan menipis pembalasan hormon insulin sampai taraf tertentu ( e.g., metformin), dan pada hakekatnya menipis pembalasan hormon insulin ( e.g., thiazolidinediones). Jika ini gagal, ilmu pengobatan hormon insulin akan jadilah diperlukan untuk memelihara normal atau dekat tingkatan glukosa yang normal. Suatu cara hidup yang tertib tentang cek glukosa darah direkomendasikan dalam banyak kasus, paling terutama sekali dan perlu ketika mengambil kebanyakan pengobatan.

Diabetes (part 1)

Diabetes mellitus (DM) (dari kata Yunani διαβαίνειν, diabaínein, “tembus” atau “pancuran air”, dan kata Latin mellitus, “rasa manis”) yang umum dikenal sebagai kencing manis adalah penyakit yang ditandai dengan hiperglisemia (peningkatan kadar gula darah) yang terus-menerus dan bervariasi, terutama setelah makan. Sumber lain menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan diabetes mellitus adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan hormonal, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mataginjal, dan pembuluh darah, disertai lesi pada membran basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop elektron.[2]

Semua jenis diabetes mellitus memiliki gejala yang mirip dan komplikasi pada tingkat lanjut. Hiperglisemia sendiri dapat menyebabkan dehidrasi dan ketoasidosis. Komplikasi jangka lama termasuk penyakit kardiovaskular (risiko ganda), kegagalan kronis ginjal (penyebab utama dialisis), kerusakan retina yang dapat menyebabkan kebutaan, serta kerusakan saraf yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren dengan risiko amputasi. Komplikasi yang lebih serius lebih umum bila kontrol kadar gula darah buruk.

 

Penyebab

Pembentukan diabetes yang utama adalah karena kurangnya produksi insulin (diabetes melitus jenis 1, yang pertama dikenal), atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin (diabetes melitus jenis 2, bentuk yang lebih umum). Selain itu, terdapat jenis diabetes melitus yang juga disebabkan oleh resistansi insulin yang terjadi pada wanita hamil. Jenis 1 membutuhkan penyuntikan insulin, sedangkan jenis 2 diatasi dengan pengobatan oral dan hanya membutuhkan insulin apabila obatnya tidak efektif. Diabetes melitus pada kehamilan umumnya sembuh dengan sendirinya setelah persalinan.

Pemahaman dan partisipasi pasien sangat penting karena tingkat glukosa darah berubah terus, karena kesuksesan menjaga gula darah dalam batasan normal dapat mencegah terjadinya komplikasi diabetes. Faktor lainnya yang dapat mengurangi komplikasi adalah: berhenti merokok, mengoptimalkan kadar kolesterol, menjaga berat tubuh yang stabil, mengontrol tekanan darah tinggi, dan melakukan olah raga teratur.

Diabetes mellitus tipe 1

Diabetes mellitus tipe 1 — dulu disebut insulin-dependent diabetes (IDDM, “diabetes yang bergantung pada insulin”), atau diabetes anak-anak, dicirikan dengan hilangnya sel beta penghasil insulin pada pulau-pulau Langerhans pankreas sehingga terjadi kekurangan insulin pada tubuh. Diabetes tipe ini dapat diderita oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Sampai saat ini diabetes tipe 1 tidak dapat dicegah. Diet dan olah raga tidak bisa menyembuhkan ataupun mencegah diabetes tipe 1. Kebanyakan penderita diabetes tipe 1 memiliki kesehatan dan berat badan yang baik saat penyakit ini mulai dideritanya. Selain itu, sensitivitas maupun respons tubuh terhadap insulin umumnya normal pada penderita diabetes tipe ini, terutama pada tahap awal.

Penyebab terbanyak dari kehilangan sel beta pada diabetes tipe 1 adalah kesalahan reaksi autoimunitas yang menghancurkan sel beta pankreas. Reaksi autoimunitas tersebut dapat dipicu oleh adanya infeksi pada tubuh.

Saat ini, diabetes tipe 1 hanya dapat diobati dengan menggunakan insulin, dengan pengawasan yang teliti terhadap tingkat glukosa darah melalui alat monitor pengujian darah. Pengobatan dasar diabetes tipe 1, bahkan untuk tahap paling awal sekalipun, adalah penggantian insulin. Tanpa insulin, ketosis dan diabetic ketoacidosis bisa menyebabkan koma bahkan bisa mengakibatkan kematian. Penekanan juga diberikan pada penyesuaian gaya hidup (diet dan olahraga). Terlepas dari pemberian injeksi pada umumnya, juga dimungkinkan pemberian insulin melalui pump, yang memungkinkan untuk pemberian masukan insulin 24 jam sehari pada tingkat dosis yang telah ditentukan, juga dimungkinkan pemberian dosis (a bolus) dari insulin yang dibutuhkan pada saat makan. Serta dimungkinkan juga untuk pemberian masukan insulin melalui “inhaled powder”.

Perawatan diabetes tipe 1 harus berlanjut terus. Perawatan tidak akan mempengaruhi aktivitas-aktivitas normal apabila kesadaran yang cukup, perawatan yang tepat, dan kedisiplinan dalam pemeriksaan dan pengobatan dijalankan. Tingkat Glukosa rata-rata untuk pasien diabetes tipe 1 harus sedekat mungkin ke angka normal (80-120 mg/dl, 4-6 mmol/l). Beberapa dokter menyarankan sampai ke 140-150 mg/dl (7-7.5 mmol/l) untuk mereka yang bermasalah dengan angka yang lebih rendah. seperti “frequent hypoglycemic events”. Angka di atas 200 mg/dl (10 mmol/l) seringkali diikuti dengan rasa tidak nyaman dan buang air kecil yang terlalu sering sehingga menyebabkan dehidrasi. Angka di atas 300 mg/dl (15 mmol/l) biasanya membutuhkan perawatan secepatnya dan dapat mengarah ke ketoasidosis. Tingkat glukosa darah yang rendah, yang disebut hypoglycemia, dapat menyebabkan kejang atau seringnya kehilangan kesadaran.

 

Manfaat olahraga Aerobik bagi Hipertensi

MEREDAM HIPERTENSI DENGAN AEROBIK
Written by Irfan Arief
Thursday, 21 August 2008

Gangguan yang satu ini tergolong “bandel”. Begitu datang, hipertensi tidak
akan pergi bila kita tidak terus menerus mengusirnya. Beruntung dengan
olahraga aerobik teratur, si silent killer ini bisa dijauhi.

Tinggi-rendahnya tekanan darah ditentukan oleh tekanan darah sistolik
(tekanan darah paling tinggi ketika jantung berkerut memompa darah ke dalam
arteri) dan tekanan darah diastolik (tekanan darah ketika jantung istirahat
sekejap di antara dua denyutan). Keduanya diukur bersama dan hasilnya
dituliskan dengan pola angka tekanan darah sistolik/diastolik. Contohnya,
120/80 mmHg. Denyut jantung sendiri berlangsung antara 60 - 80 denyut per
menit.

Ada beberapa kategori tekanan darah, yaitu normal, normal tinggi, dan
tinggi. Dikatakan normal bila tekanan darah sistolik kurang dari 130 mmHg
dan yang diastolik kurang dari 85 mmHg. Normal tinggi jika tekanan darah
darah sistoliknya 130 - 139 mmHg dan diastoliknya 85 - 89 mmHg. Apabila
tekanan darah sistoliknya 140 mmHg atau lebih dan diastoliknya 90 mmHg atau
lebih, maka termasuk tinggi. Tekanan darah tinggi (hipertensi) termasuk
penyakit yang ditakuti. Ia disebut silent killer karena sering tidak
memberikan gejala apa-apa.

Dari pengalaman klinis diketahui, penggunaan obat secara teratur untuk
mengendalikan tekanan darah menurunkan angka kematian akibat penyakit
jantung dan stroke. Sayangnya, obat tekanan darah tinggi biasanya mahal dan
berefek sampingan. Meski obat tersebut amat penting perannya dalam
pengobatan, para pakar hipertensi berpendapat, pola hidup sehat tetap
merupakan dasar pencegahan dan pengobatan hipertensi. Salah satu bagian dari
pola hidup sehat itu adalah berolahraga secara teratur.

Dengan olahraga aerobik secara teratur dan dalam takaran cukup, penderita
hipertensi bisa meningkatkan kebugaran sekaligus kualitas hidupnya. Latihan
olahraga bisa pula menurunkan resiko mengalami penyakit jantung.

Kontrak Seumur Hidup

Banyak hasil penelitian yang menyatakan bahwa latihan olahraga aerobik yang
dilakukan secara teratur merupakan cara sangat baik untuk mencegah maupun
mengobati tekanan darah tinggi. Sebenarnya apa yang terjadi saat kita
berolahraga aerobik?

Saat berolahraga jalan cepat, bersepeda, joging, berenang, atau mengikuti
aktivitas aerobik lainnya, tekanan darah akan naik cukup banyak. Misalnya
selama melakukan latihan-latihan aerobik yang keras, tekanan darah sistolik
dapat naik menjadi 150 - 200 mmHg dari tekanan sistolik ketika istirahat
sebesar 110 - 120 mmHg. Sebaliknya, segera setelah latihan aerobik selesai,
tekanan darah akan turun sampai di bawah normal dan berlangsung selama 30 -
120 menit. Penurunan ini terjadi karena pembuluh darah mengalami pelebaran
dan relaksasi.

Pada penderita hipertensi, penurunan itu akan nyata sekali. Kalau olahraga
aerobik dilakukan berulang-ulang, lama kelamaan penurunan tekanan darah tadi
berlangsung lebih lama. Itulah sebabnya latihan olahraga secara teratur akan
dapat menurunkan tekanan darah.

Dari hasil penelitian, penderita hipertensi tingkat ringan, bila mau
melakukan latihan olahraga earobik secara teratur dan cukup takarannya,
tekanan darah sistoliknya dapat turun 8 - 10 mmHg dan diastoliknya turun 6 -
10 mmHg. Namun ada syaratnya. Manfaat ini tergantung pada perubahan bobot
badan atau pengaturan makan. Sedangkan pada mereka yang tekanan darahnya
normal, latihan olahraga akan menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 4
mmHg sementara tekanan darah diastolik juga turun sekitar 3 mmHg.

Perbaikan tekanan darah dengan cara latihan olahraga dapat dilakukan juga
olah penderita hipertensi berat, kendati awalnya masih harus dibantu
obat-obatan. Pasalnya dari penelitian diketahui, hipertensi berat dapat
ditanggulangi lebih efektif dengan kombinasi antara penggunaan obat-obatan
dan latihan olahraga teratur dengan intensitas sedang. Hasil penelitian juga
meyakini bahwa aktivitas fisik yang dilakukan teratur dapat mencegah atau
menunda perkembangan hipertensi.

Dalam hal pencegahan, beberapa hasil penelitan besar juga memberikan
kesimpulan yang jelas. Pada mereka yang tidak aktif bergerak dan mereka yang
kurang bugar, resiko mengalami tekanan darah tinggi meningkat 20 - 50%
dibandingkan dengan mereka yang aktif dan bugar. Sama halnya bila sudut
tinjauan dibalik. Mereka yang bertekanan darah tinggi, biasanya memiliki
tingkat kebugaran 30% lebih rendah ketimbang yang tekanan darahnya normal.

Menyangkut latihan olahraga untuk penyembuhan hipertensi ini ada beberapa
pertanyaan yang timbul, diantaranya: dibutuhkan berapa lama latihan olahraga
untuk memberikan efek penurunan tekanan darah? Jenis latihan olahraga apa
yang paling tepat? Bagaimana latihan-latihan olahraga bisa menurunkan
tekanan darah? Apakah latihan olahraga aman bagi penderita hipertensi?

Banyak penelitian yang hasilnya menyatakan, latihan-latihan olahraga secara
teratur memang cepat memperbaiki tekanan darah penderita hipertensi.
Kebanyakan hasil itu telah tampak beberapa minggu setelah latihan dimulai
secara teratur. Penurunan tekanan darah bisa berlanjut bila latihan-latihan
olahraga terus dilakukan secara teratur selama lebih dari tiga bulan.

Sayangnya, begitu latihan dihentikan, tekanan darah akan segera kembali ke
tingkat semula sebelum latihan. Dengan kata lain, pengaruh olahraga
menurunkan tekanan darah tinggi sangat tergantung pada teratur atau tidaknya
latihan olahraga dilakukan. jadi, untuk menurunkan tekanan darah penderita
hipertensi, olahraga merupakan kontrak seumur hidup!

Jenis olahraga yang efektif menurunkan tekanan darah adalah olahraga aerobik
dengan intensitas sedang. Salah satu contohnya, jalan kaki cepat. Frekuensi
latihannya 3 - 5 kali seminggu, dengan lama latihan 20 - 60 menit sekali
latihan.

Latihan olahraga bisa menurunkan tekanan darah karena latihan itu dapat
merilekskan pembuluh-pembuluh darah. Lama-kelamaan, latihan olahraga dapat
melemaskan pembuluh-pembuluh darah, sehingga tekanan darah menurun, sama
halnya dengan melebarnya pipa air akan menurunkan tekanan air. Latihan
olahraga juga dapat menyebabkan aktivitas saraf, reseptor hormon, dan
produksi hormon-hormon tertentu menurun.

Bagi penderita hipertensi latihan olahraga tetap cukup aman. Hanya saja ada
sedikti catatan. Penderita tekanan darah tinggi berat, misalnya dengan
tekanan darah sistolik lebih tinggi dari 180 mmHg dan/atau tekanan darah
diastolik lebih tinggi dari 110 mmHg, sebaiknya tetap menggunakan
obat-obatan penurun tekanan darah dari dokter sebelum memulai program
penurunan tekanan darah dengan latihan olahraga.

Bila tidak Dihiraukan

Bagaimana bila hipertensi tidak dihiraukan dan tidak diobati? Jawabannya, ya
dapat menyebabkan pembesaran jantung, yang dapat berlanjut menjadi gagal
jantung; terbentuk lepuh kecilpada pembuluh darah di otak (aneurisma), yang
selanjutnya bisa menyebabkan stroke; penyempitan pembuluh darah dalam
ginjal, yang dapat menyebabkan gagal ginjal; serta pengerasan arteri-arteri
dalam badan, terutama yang terdapat dalam jantung, otak, dan ginjal, yang
dapat mempermudah terjadinya serangan jantung, stroke, atau gagal ginjal.

Tekanan darah tinggi juga mempengaruhi kemampuan otak. Penderita tekanan
darah tinggi usia tengah baya, pada umumnya akan mengalami kehilangan
kemampuan kognitif-memori, pemecahan masalah, konsentrasi, dan pertimbangan
25 tahun kemudian. Ini berarti di usia lanjutnya ia akan mengalami
pengurangan kapasitas untuk berfungsi tanpa tergantung pada orang lain.

Pertanyaan yang penting adalah, Anda termasuk kategori yang mana? Kalau
tekanan darah Anda masuk kategori normal tinggi atau tinggi, mulailah segera
berolahraga aerobik sebelum hipertensi menggerogoti kesehatan Anda.

Makanlah Buah dan Sayuran

Untuk mencapai tekanan darah normal, selain melakukan olahraga secara rutin
dengan takaran cukup, beberapa hal di bawah ini juga perlu mendapat
perhatian:

Jika kelebihan bobot badan, kurangilah

Penelitian menunjukkan adanya hubungan erat antara bobot badan dan tekanan
darah. Bila seseorang mengalami kelebihan bobot badan, kemungkinannya
mengalamai hipertensi meningkat lebih dari tiga kali lipat. Resiko itu akan
terus meningkat dengan bertambahnya bobot badan. Menurnkan bobot badan
merupakan strategi sangat efektif dlam mengatur pola hidup untuk menormalkan
tekanan darah. Bila kita berhasil menurunkan bobot badan 2,5 - 5 kg saja,
tekanan darah diastolik dapat diturunkan sebanyak 5 mmHg. Penurunan bobot
badan 10 kg dapat melipatduakan perbaikan ini.

Kurangi asupan natrium (sodium)

Ternyata, bila seseorang mendapat asupan garam secara berlebihan dalam
jangka waktu lama kemungkinannya mengalami tekanan darah tinggi juga lebih
besar. Karena itu, kurangi asupan garam sampai kurang dari 2.300 mg (satu
sendok teh) setiap hari. Dalam banyak penelitian diketahui, pengurangan
konsumsi garam menjadi setengah sendok teh per hari, dapat menurunkan
tekanan sistolik sebanyak 5 mmHg dan tekanan darah diastolik sekitar 2,5
mmHg. Pengaruh ini kebanyakan terjadi pada para lansia.

Usahakan cukup asupan kalium (potasium)

Kalium banyak terdapat dalam buah-buahan dan sayur mayur. Mineral ini
menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan jumlah natrium yang terbuang
bersama air kencing. Dengan setidaknya mengonsumsi buah-buahan sebanyak 3 -
5 kali dalam sehari, seseorang bisa mencapai asupan potasium yang cukup.

Batasi konsumsi alkohol

Penelitian membuktikan, konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan
tekanan darah. Para peminum berat mempunyai resiko mengalami hipertensi
empat kali lebih besar ketimbang mereka yang tidak minum-minuman beralkohol.
Jelaslah, kalau mereka menghilangkan kebiasaan tersebut, tekanan darahnya
akan turun. (Sumber: Intisari)

(www.pjhkn.co.id)

Membuat foto kartun tapi bukan gambar vektor

Membuat foto kartun itu gampang-gampang susah .. tergantung dari foto nya juga sebenernyar.. kalo fotonya high resolution hasil gambarnya bisa bagus.. tapi kalo resolusi nya yang agak low resolution bisa-bisa hasinya gak terlalu bagus.. tapi tergantung kreatifitas kita juga sebenernya..

kita coba yu.. sebenernya udah saya bikin tutorialnya di sini, tapi hasilnya kurang memuaskan.. sekarang kita coba dan mungkin hasilnya bisa agak memuaskan.

buka foto yang mau dibuat kartun.. lalu tekan ctrl + J untuk menduplikat

sigit

Seleksi objek nya dengan pen Tool

sigit2

Perbaiki kalo ada yang gak pas, pake direct selection tool

sigit3

kalo udah, Klik kanan di gambar > Make selection

sigit4

Klik select > Inverse.. tekan Delete ..

Jadinya background nya ilang..

sigit5

Duplikasi layer background lagi dengan menekan ctrl + j di layer background.. , lalu pindahkan layer hasil copy ke paling atas..  klik layer background lagi.. tekan CTRL + Backspace.. ( sebelumnya setting foreground dan background color jadi default : hitam putih , atau tekan tombol D )

layer background jadi berwarna putih

sigit6

Duplikat layer 1 atau layer foto yang sudah gak ada background nya.. lalu setting brightness Contras nya..

sigit7

Klik Filter > Sketch > Stamp

sigit8

atau setting angkanya sendiri ya.. supaya keliatan lebih Ok aja.. karena ini semua tergantung dari kualitas foto nya juga.

Duplikat lagi layer yang udah pake efek stamp lalu klik Ctrl + Klik di layer nya.. tekan lagi CTRL + Backspace untuk membuat jadi putih.

sigit9

Sekarang tukar posisi layer 1 copy 2 dengan layer dibawahnya

sigit10

Layer foto bayangan putih masih dalam keadaan terseleksi..

Klik Create New Fill di layer palette > Solid Color

sigit11

Klik 2 x di warna layer Color fill lalu ubah warna nya menjadi warna kulit.. nanti ini bisa diubah kok.. jadi gak di set skarang juga gak apa-apa.

Klik layer Outline , ubah layer efek nya menjadi Multiply

sigit12

Sekarang kita buat Highlight atau garis-garis muka nya biar keliatan lebih real.

Ubah posisi  layer 1 atau layer foto transparan menjadi di atas,

sigit13

Klik filter > Blur > Gaussian Blur

sigit14

Klik Filter > Artistic > cutout

sigit15

Ubah layer efek nya menjadi Multiply dan opacity menjadi 50%

sigit16

hasilnya :

sigit17

Keliatan kan highlight nya ?

Sekarang bersihkan bintik-bintiknya dengan menggunakan eraser tool

sigit18

Warnai mata, bibir dan gigi..

Buat layer baru di atas layer warna atau dibawah layer outline.

sigit19

Gunakan Brush tool untuk pewarnaan, warnai mata dan gigi dengan warna putih

Dengan cara yang sama, warnai bibir dengan warna merah muda.. atau marun keputih-putihan.. halah.. hehehe… terserah deh warnanya ya.. yang penting menyerupai bibir..

sigit20

sigit22

Silahkan dicoba..

Saya udah update Tutorial di Member area juga.. yang hasilnya :

sigit30

http://ilmuphotoshop.com/2009/11/24/membuat-foto-kartun-tapi-bukan-gambar-vektor/

Area kerja Adobe Photoshop

Area kerja Adobe Photoshop

A : Menu Bar, berisi perintah utama untuk membuka file, save, mengubah ukuran gambar, filter dan lain-lain.

B : Option, berisi pilihan dari tool yang Anda pilih. Misalnya dipilih kuas/brush, maka ukuran/diameter brush ada di sini.

C : Gambar, menampilkan gambar yang sedang dibuat atau diedit.

D : Pallete Well, cara cepat untuk mengakses palet brushes, tool resets dan Layer Comps. Juga dapat digunakan untuk meletakkan palet yang sering digunakan.

E : Toolbox, berisi tool untuk menyeleksi dan memodifikasi gambar.

F : Palette, berisi jendela-jendela kecil yang di dalamnya terdapat perintah dan pilihan untuk dokumen/gambar yang sedang dikerjakan.

1.3. Praktek Bab 1

1.3.1. Membuka dokumen dan membuat duplikat dokumen

Untuk membuka gambar gunakan menu File -> Open, sedangkan untuk membuat duplikat gambar gunakan menu Image -> Duplicate.

1.3.2. Mengubah ukuran gambar dan kanvas

Jika ukuran gambar diubah, maka gambar akan membesar atau mengecil, lakukan dengan menu Image -> Image Size. Jika ukuran kanvas diubah, maka ukuran gambar tetap, akan ada kertas putih di sekeliling gambar, lakukan dengan menu Image -> Canvas Size.

1.3.3. Mencoba ToolBox

Cobalah tool-tool pada ToolBox, satu persatu akan dibahas pada bab berikutnya. Coba klik kanan pada tool yang memiliki segitiga di bagian kanan bawah untuk memilih tool yang tersembunyi.

1.3.4. Mencerminkan dan Memutar Gambar

Cobalah menu Image -> Rotate Canvas -> Flip Canvas Vertikal, Image -> Rotate Canvas -> Flip Canvas Horisontal. Untuk memutar gambar, pilih menu Image -> Rotate Canvas -> pilih sudut yang dikehendaki.

1.3.5. Undo

Undo digunakan untuk membatalkan perintah terakhir, tekan Alt+Ctrl+Z, atau gunakan pallete history.

1.3.6. Memindahkan gambar ke dokumen lain

Untuk memindahkan gambar gunakan Move Tool.

1.3.7. Save for web

Gunakan menu File -> Save for Web untuk menghasilkan gambar dengan ukuran kecil yang biasa digunakan pada web site.

Membuat efek cloud pada backgroud foto

Langkah pembuatan efek cloud pada background foto dengan Photoshop
Langkah 1
Bukalah sebuah foto dengan Photoshop. Pada foto tersebut, buatlah sebuah seleksi pada bagian model fotonya saja. Tentang pembuatan seleksi, jika ingin belajar lebih lanjut bisa dibaca pada kategori seleksi.

Langkah 2
Setelah foto diseleksi, kemudian pilih menu Edit > Copy, kemudian Edit > Paste.
Bisa juga dengan melakukan Ctrl + J.
Langkah 3
Pilih / aktifkan layer background.

Kemudian tekan tombol D pada keyboard satu kali, ini untuk mereset warna background dan foreground menjadi hitam putih.
Kemudian pilih menu Filter > Render > Clouds. Akan didapati foto menjadi seperti gambar berikut ini.

Langkah 4
Pilih menu Filter > Render > Lighting Effects. Lakukan pengaturan seperti gambar ilustrasi tutorial Photoshop dibawah ini. Pada bagian style-nya dipilih Soft Omni.

Pengaturan yang lain pada kotak dialog Lighting Effects ini bisa diatur sendiri sesuai selera.
Langkah 5
Masih pada layer background yang sudah diberi efek tadi, sekarang kita ubah warnanya dengan Image > Adjustment > Hue/Saturation. Pastikan diberi tanda cek pada Colorize, kemudian ubah nilai Hue sesuai dengan keinginan.

Berikut ini gambar yang sudah diberi efek cloud pada background-nya. Efek ini sering saya gunakan untuk membuat latar belakang pada foto, misalnya pada The Shadow Remains.

Oh iya, sampai lupa, gambar ini menggunakan fotonya Mbah Dita. Terima kasih ya mbak.

PROGRAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF BAGI ANAK PENYANDANG TUNA RUNGU

PROGRAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI ADAPTIF

BAGI ANAK PENYANDANG TUNA RUNGU

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi mata kuliah

Pendidikan Adaptif

yang dibina oleh Bapak Mardianto

 

 

Disusun Oleh :

Kelompok 1

 

 

Arief Yuni A (207161406478)

Aziz Maulana (207161406479)

Adi Mulyono (207161406480)

Andi Feprianto (207161406481)

Hendrik Prasetyo (207161406482)

Fandu Setiawan (107161406988)

Nurma Januarti (107161406989)

Rahman Diputra (107161406992)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI

Juni, 2009

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pendidikan Jasmani Khusus didefinisikan sebagai satu sistem penyampaian pelayanan yang komprehensif yang dirancang untuk mengidentifikasi, dan memecahkan masalah dalam ranah psikomotor . Pelayanan tersebut mencakup penilaian, program pendidikan individual (PPI), pengajaran bersifat pengembangan dan / atau yang disarankan, konseling dan koordinasi dari sumber atau layanan yang terkait untuk memberikan pengalaman pendidikan jasmani yang optimal kepada semua anak dan pemuda.

Pelayanan ini dapat diberikan oleh spesialis dalam pendidikan jasmani khusus atau oleh seorang guru Pendidikan Jasmani yang telah memperoleh latihan khusus untuk melaksanakan berbagai macam tugas .

Secara singkat dapat dikatakan bahwa pendidikan jasmani khusus adalah satu bagian khusus adalah satu bagian khusus dalam pendidikan jasmani yang dikembangkan untuk menyediakan program bagi individu dengan kebutuhan khusus.

Selain itu diketahui pula bahwa tujuan pendidikan jasmani bagi yang berkelainan adalah untuk membantu mereka mencapai pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, emosional dan sosial yang sepadan dengan potensi mereka melalui program aktivitas pendidikan jasmani biasa dan khusus yang dirancang dengan hati-hati. Maka dari itu disusunlah makalah ini untuk menambah pengetahuan pembaca mengenai anak-anak berpendengaran Terbatas.

B. Rumusan Masalah

  1. Apakah Definisi dari Tuli dan Mendengar Keras?

  2. Bagaimana Karakteristik anak-anak Berkelaian Pendengaran?

  3. Bagaimana Strategi Intruksional untuk Pengajaran?

  4. Apa saja aktivitas yang disarankan dan dilarang untuk Pengajaran pada anak-anak berpendengaran Terbatas?

C. Kemampuan Umum Anak Tuna Rungu

Anak penyandang tuna rungu pada dasarnya tidak terlalu memiliki karakteristik dan kemampuan umum yang berbeda dengan anak-anak normal yang lainnya. Kemampuan umum anak tuna rungu dalam pendidikan jasmani dan olahraga hampir sama dengan kemampuan anak-anak normal, hanya saja pada anak tuna rungu agak terganggu dan terhalang jika aktivitas tersebut menggunakan suara-suara sebagai aba-abanya. Terlebih lagi pada anak yang tuli yang sama sekali sulit untuk dapat mendengar suara sebagai aba-aba, akan terhalang dalam aktivitas dan kemampuannya.

D. Ciri-Ciri Anak Berkelainan Pendengaran

a. Psikomotor

  1. Menurut definisi, peserta didik pendengarannya terbatas atau hampir kehilangan pendengaran. Hanya sedikit sekali yang tuli total.
  2. Yang berpendengaran terbatas cenderung mendapat infeksi telinga.

  3. Sejumlah peserta didik berpendengaran terbatas menderita dering yang terus menerus dalam telinga.

  4. Kehilangan kemampuan mendengar meniadakan umpan balik berlatar belakang auditorial (berkaitan dengan pendengaran)yang akan mempengaruhi kemampuan yang berkaitan dengan ruang dan gerak.

  5. Peserta berpendengaran terbatas cenderung memiliki sikap badan yang kurang baik.

  6. Kadangkala, peserta didik akan memperlihatkan gerak tanpa tujuan.

  7. Beberapa individu berpendengaran terbatas berjalan dengan menyeret kaki. Masalah ini berkaitan dengan ketidakmampuan mendengar gerak dan merasa aman bila selalu ada kontak dengan tanah.

  8. Perkembangan gerak dari peserta didik berpendengaran terbatas terbelakang kira-kira 1,5 tahun dari yang normal.

  9. Peserta didik berpendengaran terbatas kenyataannya kurang bugar daripada yang normal, karena mereka cenderung duduk .Mereka menggunakan energi psikis dan jasmani untuk perjuangan berkomunikasi sehari-hari

  10. Keseimbangan (statis dan dinamis) dan kelincahan biasanya kurang pada peserta didik berpendengaran terbatas dengan komplikasi telinga di dalam.

b. Kognitif

  1. Kebanyakan peserta didik berpendengaran terbatas berintelegent normal dalam prestasi sekolah disebabkan masalah komunikasi. Kemampuan memahami abstrak biasanya terpengaruh.
  2. Kekurangan dalam berkomunikasi merupakan tantangan terbesar dari peserta didik yang berpendengaran terbatas.

  3. Kemampuan bahasa dari yang berpendengaran terbatas sering meningkat dengan menggunakan alat pendengar yang memperkeras suara.

  4. Di samping menggunakan alat pendengaran kemampuan mendengar residual, peserta didik berpendengaran terbatas mengkompensasi kehilangan pendengaran terutama dengan menggunakan penglihatan. Mereka memperhatikan tanda, isyarat dari bahasa tubuh dan mengartikan isyarat lingkungan indera peraba adalah alat kedua digunakan untuk berkomunikasi.

  5. Pembaca bibir yang paling kompeten mungkin hanya dapat menangkap ucapan orang lain sebanyak 25 %.Hanya sedikit ucapan suara dapat dipahami.

c. Afektif

  1. Peserta didik berpendengaran terbatas cenderung kesepian, menutup diri dari dunia luar. Mereka cenderung berhubungan orang lain yang juga kehilangan pendengaran.
  2. Peserta didik yang muda yang berpendengaran terbatas paling cenderung kurang social, karena mereka memiliki kesempatan sedikit untuk bermain secara alamiah.

  3. Peserta didik berpendengaran sangat terbatas biasanya pendiam. Mereka jarang sekali tertawa.
  4. Peserta didik berpendengaran terbatas cenderung sangat cemas dan takut, sebagian karena mereka tidak mudah di peringatkan terhadap bahaya.

E. Strategi Instruksional

a. Psikomotor

  1. Gunakan indera lain untuk instruksional. Berikan bantuan khusus dalam menggunakan bantuan visual, seperti papan pengumuman, papan tulis, pita video, cermin dan demonstrasi. Gunakan tuntunan tangan untuk menggunakan kemampuan residual.
  2. Bila peserta didik memiliki radangan, hindari aktivitas dengan kondisi tempat yang suhu banyak berubah.

  3. Hindari suara yang terlalu banyak dalam ruang, kolam renang atau lapangan permainan.

  4. Ajar peserta didik untuk membedakan hubungan ruang melalui gerak baik pendidikan gerak maupun permainan terstruktur.

  5. Berikan model dari sikap static dan dinamis yang baik. Gunakan cermin dan alat visual lainnya untuk mendorong memiliki sikap tubuh yang baik.

  6. Langsung bertindak untuk menyiapkan perilaku yang tidak baik. Karena hal itu tidak akan hilang dengan sendirinya.

  7. Gunakan peserta didik yang normal dan anda sendiri sebagai model. Gunakan umpan balik audio-visual dan cermin sebagai teknik. Secara fisik dorong peserta didik mengangkat kaki dengan secara lembut memukul kakinya. Perkuat cara berjalan dengan tidak menyeret kaki.
  8. Seluruh rentangan perkembangan aktivitas amat penting bagi peserta didik ini. Tekankan berjalan, lari, lompat, di samping keterampilan koordinasi mata-kaki dan mata tangan, karena kemampuan tersebut dibutuhkan seumur hidup.

  9. Berikan aktivitas untuk kekuatan kardiovaskuler, kelentukan paling kurang 3 kali per minggu. Manfaatkan semaksimal mungkin bantuan visual.
  10. Hindari aktivitas memanjat seperti tali tangga dan perkakas. Latihan kelincahan melibatkan benda lain yang bergerak tidak disarankan.

b. Kognitif

  1. Jangan perlakukan peserta didik berpendengaran terbatas sebagai yang bermental terbelakang. Guru pelatih jasmani perlu selalu memperhatikan masalah dari peserta didik berpendengaran terbatas sebagai penyebab utama prestasi kurang.

  2. Menirukan gerak yang didemonstrasikan adalah cara berkomunikasi yang penting bagi guru pendidikan jasmani. Gunakan hanya kata-kata esensial atau gerak untuk menyampaikan suatu pesan. Ulangi pesan lisan dengan cara lain bila komunikasi terputus. Jangan lakukan gerak bibir secara berlebihan bagi pembaca ucapan. Tetap tinggal di tempat dan minta peserta didik mendekat dan bertatap muka dengan anda. Hindari formasi lingkaran. Beri contoh keterampilan jasmani dengan punggung ke peserta didik untuk menghindari kebingungan untuk meniru, tetapi jangan berbicara sebelum anda menghadap peserta didik. Secara jasmaniah, bombing peserta didik untuk melakukan gerak yang dikehendaki bila diperlukan, dan gunakan isyarat tangan bilamana tempat dan waktu tepat.

  3. Ketahui dimana alat pendengar dipasang, dilepas dan dirawat. Peserta didik jangan memakai pakaian terbuat dari bahan yang renyah (crispy) yang dapat berupa sumber suara static.

  4. Gunakan penangkap perhatian, dengan berbagai cara seperti mengangkat tangan, menghentakkan kaki, alat control jauh, cahaya senter dan bendera berwarna. Usahakan lingkungan mengajar cukup diterangi cahaya dan cahaya di belakang guru.

  5. Usahakan agar petunjuk-petunjuk pokok dipahami dengan cara mengulang-ulang sebelum satu aktivitas dimulai. Petunjuk lebih sulit disampaikan bila peserta didik telah bergerak.

c. Afektif

  1. Aktivitas social harus menjadi prioritas tertinggi. Tunjukkan kepada peserta didik yang normal akibat kehilangan pendengaran melalui simulasi dan penggunaan isyarat.

  2. Ambil tindakan sedini mungkin terhadap anak-anak berpendengaran terbatas karena keturunan. Bantu mereka dengan memberikan kesempatan untuk bermain, temukan anak-anak berpendengaran normal dengan anak-anak berpendengaran terbatas. Interaksi antara 2 kelompok itu harus diperkuat.
  3. Berikan berbagai macam aktivitas jasmani yang melibatkan orang lain. Pengalaman gerak itu merangsang emosi.
  4. Kelas dari peserta didik yang berpendenagaran sangat terbatas harus terdiri dari hanya 7-10 orang. Perkenalan dengan alat dan fasilitas harus mendahului aktivitas. Ajarkan peserta didik bagaimana cara jatuh. Semua petunjuk penting harus telah lengkap diberikan sebelum gerak dimulai, dan gunakan isyarat visual dan rabaan

F. Aktivitas yang Disarankan dan Dilarang

a. Kebugaran Jasmani dan Gerak

Sebagaimana telah diutarakan, banyak peserta didik berpendengaran terbatas membutuhkan program yang memberikan tekanan kepada kebugaran karena mereka cenderung lebih banyak duduk. Berbagai macam aktivitas yang memerlukan kekuatan, daya tahan kardiovaskuler dan kelentukan perlu sedikit disesuaikan atau tidak sama sekali bagi peserta berpendengaran terbatas. Banyak latihan kebugaran yang dapat dilakukan tanpa peralatan, dapat dilakukan dengan posisi rendah atau di tanah. Bila latihan dengan sikap tubuh biasanya tegak, peserta didik yang berpendengaran terbatas yang mempunyai masalah keseimbangan harus diperbolehkan mengambil posisi dengan pusat gravitasi yang rendah. Mereka yang tidak memiliki masalah keseimbangan tidak diperlukan penyesuaian, mereka harus diizinkan berpartisipasi sepenuhnya dalam aktivitas yang berkaitan dengan kesegaran ,termasuk:

  1. Angkat Besi
  2. Angkat Berat dengan system Universal
  3. Latihan Kekuatan Isometrik
  4. Senam
  5. Lari jarak sedang dan jauh
  6. Tes Kesegaran Jasmani
  7. Latihan Sirkuit Berorientasi Kesegaran
  8. Latihan lari Rintangan berorientasi Kesegaran
  9. Program Latihan Rintangan Berorientasi Kesegaran
  10. Aktivitas Mengetes Diri Untuk Meningkatkan Kesegaran

b. Keterampilan dan Pola Gerak Dasar

Di samping bentuk baku dari perkembangan keterampilan gerak yang harus diajarkan kepada semua peserta didik, peserta didik berpendengaran terbatas membutuhkan aktivitas yang meningkatkan orientasi irama, sikap tubuh dan keseimbangan.

Satu metode yang tidak menakutkan, yang dapat digunakan mengembangkan keterampilan dasar itu adalah pendidikan gerak(movement education).Penemuan dan eksperimentasi yang terpimpin tentang gerak yang baru dan yang telah dikenal sebagai satu pendekatan yang digunakan dalam pendidikan gerak, dapat membantu mengurangi rasa cemas terhadap gerak pada umumnya. Selain itu, setelah berpartisipasi dalam berbagai macam gerak, rasa cemas peserta didik mungkin akan berkurang apabila gerak baru diperlukan di masa yang akan datang.

Aktivitas keseimbangan merupakan salah satu kebutuhan pokok bagi peserta didik berpendengaran terbatas yang pada umumnya kurang baik dalam keseimbangan. Walaupun pusat keseimbangan tidak dapat diperbaiki, keseimbangan seakan-akan dapat diperbaiki dengan meningkatkan kepekaan indera lain terutama kinestetik dan visual. Tugas keseimbangan yang sederhana dengan factor bahaya kecil adalah tugas yang dilakukan di lantai dengan sikap bungkuk atau berdiri. Aktivitas yang ada unsure tinggi (Tangga, Tali, Balok keseimbangan yang tinggi) pada umumnya harus dihindarkan. Aktivitas memutar tubuh juga tidak disarankan bagi peserta didik yang memiliki masalah keseimbangan.

Irama dapat secara efektif diajarkan dengan menggunakan penglihatan, pendengaran residual, indera peraba dan kinestetik. Banyak bentuk gerak seperti berbaris dapat diajarkan dengan berhasil dengan melalui cara menirukan. Lonceng, peluit, dengan nada rendah, fonograf, mikrofon dan megafon dapat menimbulkan getaran yang dapat dirasakan oleh peserta didik berpendengaran terbatas.

c. Aktivitas Individual dan Kelompok

Peserta didik berpendengaran terbatas dapat berhasil dalam semua tipe permainan individual, ganda dan kelompok, Berikut diberikan beberapa saran penyesuaian dan pedoman untuk individual dan kelompok (French dan Jasma:1982,197):

  1. Permainan dengan sedikit peraturan, tidak ada unsure salah, dengan batasan-batasan minimal akan meningkatkan keberhasilan dengan cepat. Permainan tradisi apapun dapat dimodifikasi, kadangkala diperlukan bantuan peserta didik lain agar tujuan dapat dicapai.

  2. Bila peraturan permainan perlu dipatuhi, sungguh-sungguh, guru pendidikan jasmani harus menggunakan bantuan visual dan usahakan agar peraturan dasar dan isyarat sepenuhnya dipahami oleh semua peserta sebelum aktivitas dimulai.

  3. Peserta didik berpendengaran terbatas dapat diberikan bahan tertulis untuk melengkapi instruksi. Bahan tersebut dapat mengulangi peraturan dan strategi permainan yang telah diperkenalkan dalam kelas.

  4. Untuk aktivitas yang memungkinkan terjadi kepala ada kontak dengan benda atau orang lain, semua alat Bantu pendengaran harus dilepas. Aktivitas ini tidak disarankan untuk peserta didik yang cenderung akan lebih merusak mekanisme pendengaran. Aktivitas seperti tinju, sepak bola, Amerika termasuk dalam kategori ini.

  5. Permaianan yang harus menutup mata dengan kain tidak disarankan untuk semua peserta didik yang pendengaranya tidak memadai.

  6. Gunakan peluit dengan suara rendah. Tidak semua peluit mempunyai tingkat Hz yang tetap.

  7. Golf mensyaratkan teman bermain yang berpendengaran baik untuk bereaksi terhadap teriakan “Bola”.

Unsur social dalam permainan sama pentingnya dengan perolehan dan pemeliharaan keterampilan jasmani. Kemampuan dalam aktivitas waktu luang juga bernilai bagi berpendengaran terbatas setelah meninggalkan lembaga pendidikan.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Sejarah Tuna Rungu

(Masih Dicari Materinya Di Internet)

B. Macam-macam Keterampilan Anak Tuna Rungu.

(Masih dicari materinya di internet)

C.Sebab-sebab tuna rungu

Penyebab ketunarunguan dapat terjadi sebelum lahir (pranatal), ketika lahir (natal), dan sesudah lahir (post natal). Trybus (1985) dalam Somad dan Herawati (1996) mengemukakan enam penyebab ketunarunguan: 1) keturunan, 2) Penyakit bawaan dari pihak ibu, 3) komplikasi selama kehamilan dan kelahiran, 4) radang selaput otak (meningitis), 5) otitis media (radang pada bagian telinga tengah), dan 6) penyakitanak-anak berupa radang atau luka-luka. Namun penyebab ketunarunguan yang lebih banyak adalah keturunan, penyakit, dari pihak ibu, dan komplikasi selama kehamilan.

Faktor-faktor penyebab ketunarunguan

1. Faktor internal diri anak

Faktor dari dalam diri anak terdapat beberapa hal yang menyebabkan ketunarunguan:

    1. Faktor keturunan dari salah satu atau kedua orang tua yang mengalami ketunarunguan.

    2. Penyakit campak Jerman (Rubella) yang diderita ibu yang sedang mengandung.
    3. Keracunan darah atau Toxaminia yang diderita ibu yang sedang mengandung.

2. Faktor eksternal diri anak

a) Anak mengalami infeksi saat dilahirkan. Misal, anak tertular Herpes implex yang menyerang alat kelamin ibu.

b) Meningitis atau radang selaput otak yang disebabkan oleh bakteri yang menyerang labyrinth (telinga dalam) melalui sistem sel-sel udara pada telinga tengah.

c) Radang telinga bagian tengah (otitis media) pada anak. Radang ini mengeluarkan nanah, yang menggumpal dan mengganggu hantaran bunyi.

BAB III
PROGRAM PEMBELAJARAN

A. Perlunya Guru Pendidikan Jasmani Adaptif khusus untuk masing-masing

kelainan

Penggunaan pendekatan non-kategori sangat penting bagi guru pendidikan jasmani.Umpamanya, pada masa lalu guru diminta mengajar kelas pendidikan jasmani yang semua terdiri dari anak-anak yang terbelakang mentalnya. Tetapi kategori atau penanaman kelomp[ok itu sebagai satu keseluruhan sedikit sekali kaitannya dengan kebutuhan , kemampuan dan minat tiap anak dalam kelas . Sekarang dengan kecenderungan pada non kategori ank dapat dimasukkan ke dalam kelas berdasarkan pada kemampuan fungsional yang relevan dengan tujuan kelas. Umpamanya, guru telah diberi informasi bahwa anak-anak dalm kelas itu kaku dala gerak dan dalam keterampilan gerak terbelakang, bila dibandingkan dengan teman sebayanyayang normal. Kelas itu dapat terdiri dari anak yang prestasinya dibawah normal, normal dan di atas normal.Tambahan lagi , beberapa anak tidak cocok betul dalam satu kategori, mereka berkelainan ganda. Seorang anak dapat menderita ayan dan dia secara mental jua terbelakang . Seorang guru dapat mempunyai anak-anak dengan berkelaian ganda dalam satu kelas. Persiapan professional menurut kategori tidak akan dapat mempersiapkan seorang guru pun secara optimal untuk mengajar semua tipe peserta didik. Khusunya dalam pendidikan jasmani , banyak aktivitas dan metode yang digunakan untuk anak-anak yang berkondisi kelaina gabungan karena mereka lebih menyerupai atau sama denagn teman sebaya yang normal daripada mereka berbeda dari teman sebayanya.

  1. Kelaian Pendengaran

Guru yang termasuk mengajarkan pendidikan jasmani, tidak melakukan diagnosisi ,namun mereka berasda dalam posisi mengamati untuk memeroleh data tentang keterbatasan pendengaran.Tanda-tandanya:

  • Cara berbicara tidak baik
  • Kepala diarahkan ke sumber bunyi
  • Berulang kali meminta pertanyaan atau pernyataan diulang.

  • Sering sakit kepala
  • Melamun dan perhatian kurang
  • Mempunyai masalah keseimbangan
  1. Karakteristik dan Strategi Pengajaran

Guru pendidikan jasmani dapat meningkatkan kemampuaninstruksionalnya melalui belajar berkomuikasi yang baik berbagai cara dengan semua tipe peserta didik.Komunikasi tangan melalui isyarat –isyarat (isyarat tangan yang menunjukan kata atau frase) dapat meningkatkan komunikasi dengan berpendengaran terbatas dalam kelas atau ruang yang besar.Selain itu, dengan menggunakan isyarat tangan dapat membantu peserta didik berkomunikasi lebih baik denagn teman sebaya yang berpendenagaran terbatas .

Guru Pendidikan jasmani dapat menggunakan teknik berkomunikasi tradisional dan non trasisional dengan peserta didik berpendengaran terbatas .Schmit dan Dunn(1980) menyarankan menggunakan isyarat yang mudah dipahami yang ditempel pada papan pengumuman. Isyarat-isyarat itu dapat bervariasi dari yang konkret ke abstrak yang meyatakan konsep kesadaran tubuh(body awareness), kesadaran ruang dan kualitas gerak. Umpamanya , gambar sebuah tangan dapat menyatakan penggunaan tangan saja dalam tugas satu gerak, panah dapat menyatakan arah gerak,satu garis berombak denagn banyak puncak dan lembah dapat menyatakan rangkaian gerak yang cepat. Isyarat bahasa tradisional mungkin lebih dapat diterima diantara anggota tim pendidikan khusus dan antara individu berpendengaran terbatas. Penting sekali menggunakan teknik komunikasi yang tidak hanya digunakan dalam pendidikan tetapi, juga dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari .

BOLA- Pantomifn sebuah bola dengan kedua tangan

LARI – Kaitkan telunjuk kanan pada jempol tangan Telunjuk menunjuk; denycrn gerakkan kedua ke depan

 

 

Buat tinju dengan kedua tangan, telapak tangan atas yang lain, telapak tangan berhadapan

 

 

MERANGKAK jempol mengarah ke menghadap ke bawah Putar kedua tangan pada gerakan merangkak

 

MENARI – Tempatkan dua jari di telapak tangan yang lain. Gerakkan kedua jari V

maju mundur seakan-akanmenari

 

KE JAR – Genggam kedua tangan kecuali jempol. Genggaman arahkan ke samping; dengan cepat tangan yang satu mengikuti yang lain ke depan

 

 

 

BAIK-Tangan terbuka.jari-jari letakkan di mulut. Gerakkan tangan ke depan, , sehingga telapak tangan mengnadap ke alas.

 

 

 

LATIHAN – Buat linju dengan kedua fangan Buat beberapa kali gerakan mengangkal bar­bel.

 

 

 

GAME- Buat tinju dengan kedua tangan, jempol mengarah ke atas. Ke dua tinju bergerak mendekati, bukD jari beradu dan bergerak ke atas.

 

LOMPAT – Tempaikan dua jari tangan yang satu (V) berdiri tegak di telapaK tangan yang lain. Tekuk kedua jari dan gerakkan ke atas.

 

TANGKAP - Satu tangan membuat tinju dengan tangan yang lain terbuka. pantomim gerak menangkap benda kecil, berakhirdengan tinju di atas tangan lain.

 

KUAT-kedua tangan membuat tinju.Angkat di depan badan ,kedua lengan membuat orang sikap kuat.

 

LEMPAR Buat tinju dengan tangan yang satu. Pantomim gerakan melem-par.

 

MANDI – Tinju berada dekatkepala, pantomim air memancur dengan mem-buka tinju beberapa kali

 

Contoh gerakan Intruksional.

B.Program latihan Individu

(masih dicari materinya)

C.Program latihan Kelompok Kecil

BAB IV

PENUTUP

1. Kesimpulan

  • Pendidikan Jasmani Khusus didefinisikan sebagai satu sistem penyampaian pelayanan yang komprehensif yang dirancang untuk mengidentifikasi, dan memecahkan masalah dalam ranah psikomotor .
  • Tujuan pendidikan jasmani bagi yang berkelainan adalah untuk membantu mereka mencapai pertumbuhan dan perkembangan jasmani, mental, emosional dan sosial yang sepadan dengan potensi mereka melalui program aktivitas pendidikan jasmani biasa dan khusus yang dirancang dengan hati-hati.
  • “Tuli “berarti satu kerusakan pendengaran yang begitu berat sehingga anak terhalang dalam pemrosesan informasi linguistic melalui pendengaran dengan atau tanpa pengeras suara yang sangat mempengaruhi unjuk kerja pendidikan.

“Mendengar Keras” berarti kerusakan pendengaran, baik tetap maupun tidak tetap yang akan sangat mempengaruhi unjuk kerja pendidikan anak tetap tidak termasuk definisi tuli.

  • Dua ciri bunyi adalah kekerasan(loudness)dan nada (pitch) bunyi.

  • Penggolongan tingkat pendengaran sebagai berikut:

  1. Pendengaran sedikit(slight) = 25-40 dB hilang
  2. Pendengaran sedikit sekali(mild) = 41-55 dB hilang

  3. Pendengaran Amat sedikit(marked) =56-70 dB hilang

  4. Pendengaran amat sedikit sekali(severe) =71-90 dB hilang

  5. Pendengaran sangat terbatas sekali = 91-….dB hilang

    1. Tanda-tandanya adalah sebagai berikut:

  1. Cara berbicara kurang baik
  2. Kepala diarahkan ke sumber suara
  3. Berulang kali minta pertanyaan atau pernyataan diulang

  4. Sering sakit telinga
  5. Cairan keluar dari telinga
  6. Melamun dan perhatian kurang
  7. Mempunyai masalah keseimbangan
    1. Ciri-Ciri Anak Berkelainan Pendengaran

a. Psikomotor

  1. cenderung mendapat infeksi telinga.
  2. memiliki sikap badan yang kurang baik.

  3. memperlihatkan gerak tanpa tujuan
  4. berjalan dengan menyeret kaki
  5. Keseimbangan (statis dan dinamis) dan kelincahan biasanya kurang pada peserta didik berpendengaran terbatas dengan komplikasi telinga di dalam.

b. Kognitif

  1. Kemampuan memahami abstrak biasanya terpengaruh.

  2. Kekurangan dalam berkomunikasi merupakan tantangan terbesar dari peserta didik yang berpendengaran terbatas

  3. Kemampuan bahasa dari yang berpendengaran terbatas sering meningkat dengan menggunakan alat pendengar yang memperkeras suara.

  4. Pembaca bibir yang paling kompeten mungkin hanya dapat menangkap ucapan orang lain sebanyak 25 %.

    1. Strategi Instruksional

a. Psikomotor

  1. Berikan bantuan khusus dalam menggunakan bantuan visual, seperti papan pengumuman, papan tulis, pita video

  2. Gunakan indera lain untuk instruksional
  3. Hindari suara yang terlalu banyak dalam ruang, kolam renang atau lapangan permainan

  1. Berikan model dari sikap static dan dinamis yang baik

  2. Gunakan peserta didik yang normal dan anda sendiri sebagai model.

  3. Berikan aktivitas untuk kekuatan kardiovaskuler, kelentukan paling kurang 3 kali per minggu

  4. Hindari aktivitas memanjat seperti tali tangga dan perkakas.

b. Kognitif

  1. Jangan perlakukan peserta didik berpendengaran terbatas sebagai yang bermental terbelakang.

  2. Menirukan gerak yang didemonstrasikan adalah cara berkomunikasi yang penting bagi guru pendidikan jasmani.

  3. Gunakan penangkap perhatian, dengan berbagai cara seperti mengangkat tangan, menghentakkan kaki, alat control jauh, cahaya senter dan bendera berwarna.

c. Afektif

  1. Aktivitas social harus menjadi prioritas tertinggi.

  2. Ambil tindakan sedini mungkin terhadap anak-anak berpendengaran terbatas karena keturunan

  3. Kelas dari peserta didik yang berpendenagaran sangat terbatas harus terdiri dari hanya 7-10 orang

    • Aktivitas yang Disarankan
  1. Angkat Besi
  2. Angkat Berat dengan system Universal
  3. Latihan Kekuatan Isometrik
  4. Senam
  5. Lari jarak sedang dan jauh
  6. Tes Kesegaran Jasmani
  7. Latihan Sirkuit Berorientasi Kesegaran
  8. Latihan lari Rintangan berorientasi Kesegaran
  9. Program Latihan Rintangan Berorientasi Kesegaran

  10. Aktivitas Mengetes Diri Untuk Meningkatkan Kesegaran

2. Saran

Dapat disarankan bahwa untuk mendapatkan banyak informasi mengenai ciri-ciri anak yang mendapatkan kelainan pendengaran dan strategi instruksional . maka dapat menggunakan makalah ini sebagai bahan acuan informasi .

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Abdoellah,Arma.1996.Pendidikan Jasmani Adaptif.Jakarta: DEPDIKBUD Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Tenaga Akademik.

Yunus,Mahmud&Johannes,Uray.1992.Psikologi Olahraga.Malang:DEPDIKBUD Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang Proyek Operasi dan Perawatan Fasilitas.

Widiati, Sri CH dan Murtadlo. 2007. Pendidikan Jasmani dan Olahraga Adaptif. Jakarta: DEPDIKNAS, Dierektorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Ketenagaan.

Winarsih, Murni. 2007. Intervensi Dini Bagi Anak Tunarungu dalam Pemerolehan Bahasa. Jakarta: DEPDIKNAS, Dierektorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Direktorat Ketenagaan.

Poster Olahraga

poster tentang prinsip shooting bola basket.

poster basket

 

« Entri lama
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.